Posts

One Day One Post

ODOP,  onedayonepost sebuah istilah yang sudah sering saya dengar dan lihat berseliweran di dunia maya. Secara beberapa teman ada yang menjadi anggota ODOP. Tapi entah mengapa saya belum tertarik untuk ikutan. Apakah ini disebabkan saya yang sok sibuk hingga takut tidak bisa membagi waktu atau ada belum kena aja di hati? Ah entah. Sebenernya pas batch 6 saya sudah niat banget untuk ikutan. Sayang terlambat. Dan karena dorongan dari seorang temen, saya daftar ODOP batch 7. Nyaris terlewat karena salah persepsi mengenai tulisan yang harus dikirim. Dah Alhamdulillah dimenit terakhir bisa juga lolos. Seneng sekali bisa ikutan. Kalau ditanya apa sih alasannya niat banget ikutan ODOP? Jawabannya adalah karena saya memang menginginkannya. Bagi saya ini semacam tantangan untuk melatih konsistensi dalam melakukan sesuatu. Dalam hal ini menulis. Saya memposisikan diri saya sebagai seorang pembelajar yang siap mengosongkan gelas. Membaur bersama anggota komunitas yang bera...

Tanpamu

Image
Tanpa kopi itu seperti tanpamu Ngelangut meniti malam Berteman senandung pilu Yang terasa merejam Bandarlampung 27/06/2019      

Desember

By Lilo Husaini 01/12/2018 Desember adalah Rindu. Pada hangatnya kopimu Pada binar nan sendu Pada aksara yang membisu

Bosan

Bukannya ngusir sih. Tapi kok situ masih kekeh Pura pura tidak tahu? Atau masih kuat nahan malu? Jangan pura pura bengong Semua itu omong kosong Cuma sekedar menghibur Sambil nunggu situ masuk kubur Loh kok situ marah? Apa selama ini ga sadar ? Kita semua mau muntah Karena lakon yang seperti bebodor Maaf ini  curhat Biar hati jadi lega Maaf kalau situ sakit Setidaknya kami terbuka Terimakasih mau baca Biar ga ada prasangka Ataupun hati yang luka Walau kami tau kamu kecewa Setidaknya kami lega Akhir November 2018

Pagi

Image
Pada pagi yang senyaP Alunan desir angin menyapA Gemuruh rindu melambunG Impian malam mulai teruraI

??

Image
Menapaki belukar  Yang mengular Membawa luka Yang menganga Sejauh memandang duka membayang Sejauh berlari luka tak terperi Luka dan duka Seperti berlomba Merejam nestapa Di akhir yang fana

Màaf

Sudahi saja lakonmu Karena aku sudah tau Semua itu palsu Nanti kamu malu Ambil sauh segeralah melaju Cari dataran tempat menuju Mungkin di sana ada yang baru Bisa jadi mangsa untuk berburu Bila saatnya mereka jemu Bersiaplah untuk dibuai rindu Karena ini memang pintamu Maaf kalau aku meninggalknmu

Nyeri

Onàk dan duri Menjadikan nyeri Sedikit berdarah Membendung sumpah serapah Sampai saatnya menyerah Buliran bening nyaris tumpah Bertahan demi kesetian sumpah Menunggu waktu menjadi sampah Dibuai mimpi Menunggu janji Berdiri di tepi Menunai sepi Bangkit sendiri Menghias diri Manata hati Menuju mati

Pagi

Pagi selalu menjanjikan harapan bagiku Berharap sinar mentari kan sehangat sapamu Berharap hariku an secerah senyummu Berharap hadirmu temani sunyiku