Posts

Manismu

Image
Sungguh Baru kusadar Ternyata... Manismu itu Yang menjadikan Kopi ku terasa Lebih pahit

Kopi pagi

Image
Berharap. secangkir kopi panas diawal yg dingin  ini  bisa menghangatkan pagi berembun  yg beku karena mentari yang seakan enggan menampakkan diri. Ah di mana kah dikau wahai sang surya? mengapa kau masih juga lelap dalam peraduanmu? walau embun ini kan juga cair oleh panasmu tapi ia kan tetap tersenyum menyambut hadirmu.

Kopi

Image
Hangat  Membakar lidah Pahit Menyeluruh Seteguk lagi Ini belum mulai Mari nikmati Tak perlu menanti

Di ambang sore

Dalam renungan seorang Di ambang  sore nan layu Di simpang tiga titian Tamasya  indah ku bisu Ke satu arah tertentu Kulepaskan pandangan ku Ke tempat janji bertemu Simpang tiga rumpun bambu Tiap sore ku nantikan Di simpang   tiga titian Dengan debar  kasih sayang Kata mesra pengharapan Entah apa sebabnya Tiada kabar berita Tujuh senja kunantikan Namun dikau datang  (dewiyul)

22 januari

Kopi dan buku                                                 begitu terhanyutnya aku                                         di lembaran tanpa nomor                              hingga nyaris lupa                                     ...

Sisi lain

Selalu sepi di sini Gamang Hening tanpa suara

Lelah

Image
Lelah (lilohusaini) bukan lah aku tak percaya lagi tapi derita karenamu tak bertepi siang malam kucoba fahami mencari pembenaran seperti mimpi berebut wacana berujung bencana menabur ide menemu oase sudah lah berhentilah aku menolak aku sudah muak  kicauan itu bikin malu kalau bukan kamu tentulah aku celoteh  gerah kalah marah sudahi saja semua rencana manfaat tak ada tak berguna pula  sudahlah aku lelah aku menyerah kita pisah aku  kalah 23 agustus 2017

Jejak

senja itu saat temaram mulai menggayut di langitMu aku tepekur  dalam renungan penuh sesal beribu jejak yang ku ukir tak jua meninggalkan bekas  walau sekilas

Puisiku

Pulang Aku pulang Membawa sekeranjang rindu Rindu pada angin Rindu pada senja Rindu pada sore yang basah Rindu padamu Aku pulang Membawa segumpal harap Harap pada tawa Harap pada gurau Harap pada mu Aku pulang tuk menyapa angin tuk menyapa sore tuk menyapa cintamu aku pulang untukmu

Kamu adalah Aku

Kamu adalah Aku (lilo husaini) Andaikan bisa menghapus air mata yang tak sempat tumpah dari mata bening itu Kalaulah bisa membagi  senyum tuk imbangi senyum yang tawar Mengapa tak tumpahkan saja airmata agar bisa menghapusnya Mengapa tak hentikan saja senyum palsu itu agar bisa terlihat gurat duka di wajah Sudahlah Berhentilah jadi orang lain jadilah diri  sendiri Karena menanti itu lelahkan jiwa Karena mencinta itu menerima apa adanya Karena kamu adalah aku Karena kita adalah satu Rasamu rasaku Dukamu dukaku Menjelang siang 18 Agustus 2017