Posts

Tangan ibu Bau

"Ca, kok Bu Ade buru buru keluar kelas ya?" Tanya Fani dengan wajah bingung. "Iya," sahut Caca "Mungkin Bu Ade ada keperluan mendadak" Ika menjelaskan "Gak mungkinlah!" Sari menimpali. Gadis gadis kecil itu saling berpandangan. Dalam benak masing masing bertanya tanya. Ada apa dengan Bu Ade. Tidak biasanya Bu Ade keluar kelas dengan terburu buru. Biasanya Bu Ade akan berdiri di pintu setelah doa bersama. Lalu bersalaman dengan anak anak satu persatu sambil tersenyum. Tapi hari ini Bu Ade bertingkah aneh. Setelah mengucapkan salam beliau langsung keluar kelas. Menuju ke ruang guru. Gadis gadis kecil itu hanya bisa memandang punggung Bu Ade yang tergesa menuju ruang guru. "Yuk kita tanya Bu Ade"  usul Caca. "Ih, .. ada ada aja lo Caca ni" sergah Fani . Matanya masih memandang ke ruang guru. Tampak Bu Ade sedang berbincang dengan Bu Fitri . "Hei. Liat tuh !" lanjut Fani tangannya menunjuk ke arah Bu Ade dan ...

Ini Tentang Hujan dan Aku

Perjalanan panjang bersamamu Terasa begitu syahdu Karena cintaku untukmu tak terbatas waktu Dari masa lalu Hingga kekinianku Hadirmu Temaniku di setiap waktu Di bekunya pagi Kau buat aku  berjanji pada diri Di resahnya hari Kau buat aku menanti Sesuatu yang pasti Di kemilau senja Kau buat aku mendamba Dalam doa Di dinginnya malam Rinaimu tenggelamkanku Dalam buaian Berbincang denganmu Tumpah ruah segala rasaku Membuatku enggan beranjak Agar selalu dekat tanpa jarak Menari dalam rinaimu Habiskan jiwa kekanakanku Bermain bersamamu Temani jiwa keremajaanku Bersenda gurau dengan rintikmu Temani ku dalam penantian Meski kau tak pernah menjanjikan saat yang pasti untuk tiba Aku akan tetap menanti Saat saat kau hadir Terkadang tanpa tanda Lembut satu persatu Keras menghujam Sesaat mengejutkan Lama tanpa jeda Berselang, antara damba dan murka Berharap, antara benci dan cinta Hanya kuasaNya yang bisa mengendalikanmu Bukan ...

Cerita Kita

Dik Deretan bangku kosong itu Adalah tempatku menitipkan cerita Ketika perpisahan Tiba tiba menyeretku pada lorong panjang kesepian Juga kehilangan yang menyakitkan Saat pagi hanya menjanjikan kegelisahan akan tibanya waktu untuk sendiri menapaki resah Dari detik ke menit Menuju hari  yang panjang Hanya rindu yang tertinggal untuk kurangkai Entah apa yang bisa menggantikan keriangan antar kita dulu Pernah kucoba temukan makna dari semua kedekatan yang hilang Saat kita pernah menyusuri rasa Dan membaginya pada desah bayu  di siang yang kering Tanpa pernah menduga Akan ada badai yang datang menjelang senja Lalu memporak porandakan Benteng kokoh yang coba kita bangun Kini semua hanyalah bayang Juga jejak kenangan tentangmu Yang kutitipkan Di deretan bangku kosong itu 1007, siang tadi #odopbatch7

Bawang Merah Bawang Putih

Pada suatu masa  ada sebuah keluarga yang hidup dengan bahagia dan harmonis. Pak Brata sebagai kepala keluarga adalah seeorang pengusaha kaya yang sukses . Perusahaannya bergerak di bidang Kuliner, dan mempunyai banyak cabang di berbagai daerah. Pak Brata mewarisi Perushaan itu dari ayah mertuanya.  Nyonya Brata seorang  wanita  cabtik dari kalangan berada. Dengan kekayaan yang dimilikinya dan dari hasil kerja suaminya yang meneruskan usaha ayahnya dia hidup serba kecukupan.Keluarga tersebut mempunyai seorang  anak perempuan  yang sangat cantik yang bernama Bawang Putih.   Karena merupakan  anak semata wayang Bawang Putih sangat dimanja oleh kedua orang tuanya, Segala apa yang diminta selalu dituruti. Sehingga Bawang Putih tumbuh menjadi gadis yang egois, keras kepala, dan sedikit malas. Hingga pada suatu hari, ibu Bawang Putih menderita sakit dan akhirnya meninggal dunia. Tidak hanya bawang putih yang terpukul. Ayahnyapun merasa keh...

Miyek

Miyek adalah nama yang kuberikan pada sebuah boneka. Boneka plastik pemberian anak tetanggaku yang baru pindah dari Jakarta. Sebenarnya Miyek bukanlah sejenis boneka yang bisa di mainkan atau dijadikan alat untuk bermain. Dia lebih seperti boneka pajangan. Karena miyek terbuat dari bahan plastik keras. Sosok Miyek  menyerupai sosok gadis kecil berambut pirang sebahu yang sedang menggendong bayi. Atau tepatnya meninabobokan adik bayi dalam gendongannya. Tangannya diletakkan di bibirnya. Seolah meminta kepada yang lain untuk diam. Waktu aku kecil aku hanya punya 1 boneka, jadi saat mbak Mimi memberiku boneka walaupun bekas hatiku senang sekali. Sebenernya ada tiga boneka yang diberikan. Miyek dan dua buah boneka karet kecil yang berbunyi nyek nyek kalau dipencet. Nah dua boneka ini lah yang dinamakan Miyek oleh ibuku. Tetapi boneka itu diambil oleh sepupuku. Aku tentu saja menangis. Tapi ibuku membujukku. Karena aku anak yang penurut, aku akhirnya menerima saja dikasih boneka pl...

Ibu

Ibu Aku tak ingin jadi ibu Katamu dulu Aku takut Punya anak  jahat Aku tak ingin jadi ibu Teriakmu Aku benci Berbagi Nanti  ada yang iri Karena tidak dapat hati Yang penuh Lagi utuh Aku tak minta jadi ibu Ini semua takdir Saat mereka menunggu Lalu dia hadir Aku terpaksa jadi ibu Kupikir kasihku palsu Nyatanya aku tersedu Saat dia menyusu Aku suka jadi ibu Karena mata indah itu Selalu menatap penuh rayu Bikin aku tergugu Aku sudah jadi ibu Bisikmu Dalam diam Kamu mulai faham Aku Kamu Ibuku Anakmu Metro, di rumah ibu 2019
Colenak, di Cocol Enak Aku sering dengar nama Colenak dari almarhum Abah. Itu makanan berbahan dasar tape alias peuyem khas daerah Jawa Barat. Katanya rasanya enak. Colenak sendiri merupakan singkatan dari kata "di Cocol Enak".  Sebenarnya aku sendiri belum pernah merasakan colenak apalagi membuatnya. Dan Abahpun tidak pernah menceritakan bagaimana dan seperti apa colenak itu. Aku hanya pernah mendengar Abah menyenandungkan tembang berbahasa Sunda dan ada kata colenak didalamnya. Pun aku tak pernah bertanya apa itu colenak. Tapi aku menyimpulkan itu adalah makanan. Sampai pada suatu hari aku mendapatkan oleh oleh peuyeum  dari salah seorang teman yang baru pulang dari Bandung. Terlintas dalam benak ku tentang colenak. Lalu aku coba Googling. Ternyata ada banyak resep colenak.  Lalu mulailah aku mengeksekusi resep dari internet . Tidak terlalu rumit ternyata. Pertama bakar tape singkong di atas teflon yang sudah dioles dengan mentega. Gak kebayang dulu sebel...

My Konstantinopel

Konstantinopel Saat pertama masuk di group odop saya sedikit bertanya tanya akan seperti apa pola hubungan antar membernya. Soalnya anggota komunitas odop itu campur antara pria dan wanita. Saya yang terbiasa di komunitas ibu ibu agak sedikit gimana gitu.  Memang sih di dunia nyata tak terlalu bermasalah karena biasa berkomunikasi dengan berbagai kalangan dan dari berbagai tingkatan usia. Tapi di dunia maya semua tampak sama, agak susah membedakan, apalagi anggota odop itu banyak. Dan saya baru di situ. Di satu sisi gamang, di sisi lain penasaran. Tapi sesuatu yang baru memang membuat saya tertantang untuk menjalaninya.  Jadi di group yang terdiri dari 19 member ini saya merasa bimbang di awal. Terus atau tidak. Tapi itu tidak berlangsung lama Apalagi setelah gabung di group kecil. Group Konstantinopel . Di sini saya  merasa menemukan rumah baru dengan suasna baru . Ada PJ keren mb Nayla, Dian, Syakifa, Nining, dan  mas Ilham. Saya sudah berkunjung ke b...

Selesai

Mbok Jum mrepet Seperti orang kena santet Dia meradang Karena nyaris ditendang Anak bau kencur Mau ikut melacur Umpatan kasarnya meluncur bahasanya  campur baur Dari kebun binatang sampai anggota badan Diumbar dengan lantang Santun tidak apalagi sopan Dasar bocah gak takut kualat Sama senior kok ndak hormat Mau diremas sampai lumat? Apa baiknya dipecat? Si bos cepat tanggap Mbok Jum harus disuap Biar tidak banyak cakap Bisa bikin si bocah kalap Orang marah dan orang kalah Suka menebar sumpah serapah Seperti tak punya lelah Sehingga mudah dipecah belah Bos naik pitam Mbok Jum terdiam Si bocah terkulai Cerita selesai Ruang kerja, 30/09/2019 #odopbatch7

Review Buku

Image
Review Judul       : Kisah Nostalgia dalam  Resep Favorit Keluarga Penulis    : Tita Dewi Utara, dkk Penerbit  : CV Future Bussiness Machine Solusindo Cetakan pertama Mei 2019 Anda suka masak? Anda ingin mendapatkan resep yang sudah pasti sempurna hasilnya? Dan sudahpasti enak nya? Anda akan temukan jawabannya saat anda berkelana  dari satu daerah ke daerah lain, dari satu penulis ke penulis lain, dari satu resep ke resep l ain yang ada dalam antologi karya Tita Dewi Utara dkk ini. Ya  semua ada dalam buku setebal  278 halaman karya bersama para ibu super yang tidak saja mau dan mahir memasak tapi juga mahir menulis . Sehingga anda bisa merasakan kelezatan resep yang sederhana  dalam rangkaian  tulisan tentang resep yang sudah dieksekusi dan juga bisa menikmati kisah di balik resep yang jadi favorit keluarga. Kepiawaian penulis dalam mendeskripsikan rasa benar benar membawa pembaca bisa ikut merasakan lem...