Posts

Anakku

2018.. Ada apa dengan 2018mu? Tanya seorang  teman. Rasa takut kehilangan yang membuatku sujud dihadapkan Allah SWT,  seraya memasrahkan segalanya hanya pad a-Nya. Siap dengan segala kemungkinan bahkan yang terburuk sekalipun. Jum'at,  27April, bis Rombongan Study  Tour memasuki kotaku. Wajah wajah lelah setelah perjalanan wisata berhamburan. Masing masing meninggalkan bis menuju para penjemput. Setelah memastikan semua anak sudah dijemput aku menelpon suamiku untuk dijemput. Aku ingin segera sampai di rumah. Ya Allah, berapa remuk redam hatiku melihat buah hatiku kurus, dan matanya cekung. Meringis menahan sakit. Ku putuskan untuk membawanya ke rumah sakit. Paling tidak dia bisa mendapatkan infus. Tetapi betapa terkejutnya aku karena ternyata dokter memvonis dia terkena usus buntu dan harus dioperasi. Ya Tuhan kuatkan hatiku. Ada rasa bersalah karena aku meninggalkannya dalam keadaan sakit. Kupikir hanya panas biasa. Tapi aku sungguh tak menyangka kalau s...
Marni sedang membereskan meja makan ketika Gandi masuk lewat pintu dapur. Selalu seperti itu. Kebiasaan yang kadang bikin jantungnya berdetak lebih cepat. "Aku temani cuci piring ya " katanya sembari mendekat ke tempat pencucian piring. Mirna mengangguk dan memberinya senyuman termanis. Gandi memang baik, bahkan sangat baik. Selain menemani di dapur, dia yang juga menani Mirna ngobrol saat menyetrika, menyiram bunga dan juga menghiburnya saat dia habis di marahi Eyang Uti. Kehadiran Gandi di rumah besar ini membuat Marni lebih semangat. Walau dia berusaha menyembunyikan rasa bahagianya. Dia tak mau Gandi tau kalau dia mulai suka dengan Gandi. Soalnya dia baru kenal Gandi selama 3 bulan. Sejak dia mulai bekerja di rumah besar milik anak majikan kakaknya. Tadinya dia tidak betah  karena rumah besar ini selalu sepi. Tuannya selalu pulang malam. Entah apa kerja mereka. Tapi mereka baik padanya. Dan mereka puas dengan kerjanya. Dia harus berterima kasih pada Gandi. Karena d...

Notifikasi

Pukul 23.05, notifikasi WAG kumatikan,  baca wa bos. Duh undangan  rapat. Besok? Jam 07.30. Besok kan tanggal merah. Ni orang punya kalender apa enggak sih? Lagian jalan ke kantor pasti macet . Mana mungkin bisa sampai jam segitu. Masa iya mo berangkat abis subuh?                                                             Apalah bos ini, lagi libur kok nyuruh rapat. Malas bener aku rasanya. Lagian rapat juga paling cuma dengerin dia cuap cuap memaparkan program program dia yang selalu berubah-ubah dalam hitungan detik. Apa ga akut didemo dia? Coba deh tunggu aja pagi besok pagi pasti akan ada pemberitahuan lagi bahwa rapat diundur Sumpah, aku kok lama lama jadi geregetan dengan si bos baru ini. Bayangin. Belum genap satu semester dia memimpin, entah sudah berapa kali dia bilang , "bos tak pernah salah' setiap kali dia d...

Dia

Sungguh, Aku tak kan pernah Mengabaikan sesuatu yang lalu. Demi sesuatu yang baru. Tapi, tidak untuk malam lalu. Saat dia berkisah Tentang Pulang Lalu Aku Melumat aksara Demi aksara Tanpa tersisa. Sebagai penaut rasa Tentang suatu masa Dulu Saat tanyanya membuatku tecekat. Atau Kelak Saat aku serupa dia yang menanti. Lelakiku yang pergi. Untuk kembali. Pulang Tapi Aku tak punya Kenangan Seperti dia Aku cuma penikmat aksara Yang mencari makna. Dalam bisu Siapakah aku? Yang dinanti Atau yang menanti #odopbatch7 #odopday5

Khong Guan, Rasa yang Tersimpan dalam Memori

Sore ini tak ada kopi. Hanya biskuit penuh memori Yang bikin baper Ada secangkir teh wangi Menemani sepi Mengurai baper Metro 11092019 Tahukan biskuit Khong Guan? Suwer deh tiap kali buka kaleng 'Khong Guan' perasaan ini seperti diaduk aduk oleh kenangan yang tak kan pernah terlupakan.  Kok bisa?  Ada beberapa alasan untuk itu. Pertama, karena ini adalah biskuit yang paling kami tunggu kehadirannya dulu. Bayangkan dia hanya hadir di rumah kami satu tahun sekali,  setiap hari Raya Idul Fitri. Bukan abah atau emak yang beli tapi dikasih sahabat  alm. abah,  Mimoy. Beliau  selalu memberi bingkisan setiap menjelang  lebaran. Aku ga tau berapa harganya dulu,  pastinya mahal lah. Buktinya emak ga bisa beli. Maklum kami bukanlah keluarga berada. Jadi Khong Guan adalah makanan mewah bagi kami . Kedua,  adalah moment saat membuka kaleng - yaitu setelah pulang sholat Ied- kami pasti pengen dulu duluan dekat emak saat m...
Odop day 3 Sekotak Susu untuk Dila Kelas XI IPA 3 masih sepi, hanya ada Upik yang sedang piket. Dia selalu datang pagi setiap Kamis. Dila melangkah menuju mejanya di belakang. Meletakkan tasnya di laci meja .Lalu  mengeluarkan kotak bekalnya. Dan mulai sarapan.  Sesekali kepalanya menoleh ke arah pintu. Tapi dia tidak menemukan wajah Dion. Sampai bel berbunyi Dion tidak muncul. ... "Dul" Dion melangkah mendekat.  "Minum nih" seraya mengulurkan kotak susu strawberry. " Biar cepet gede" lanjutnya. Lalu dia akan pergi meninggalkannya. Dila segera melanjutkan sarapannya. Dan menyeruput susu strawbery kesukaannya. ... Dion, kakak kelas yang dikenalnya saat masa orientasi sekolah adalah sosok misterius. Dia selalu muncul tanpa diduga. Perkenalannya dengan Dion terjadi tanpa sengaja. Saat itu Dila pingsan karena tidak sempat sarapan dan kotak bekalnya tertinggal. Maklum calon siswa baru harus datang pagi sekali.  Entah siapa yang menelpon ,...

Kurma

Suka  baper kalau ngomongin kurma. Jadi keinget almarhum Abah. Setiap menjelang Ramadhan aku selalu beli kurma yang mahal dan pastinya enak rasanyaS. Setiapabis bayar di kasir aku selalu bilang gini   "Abah tadi aku beli kurma di swalayan.  Mahal. Tapi alhamdulillah aku bisa beli. Coba Abah masih ada, kita bisa makan bareng. Beda banget rasanya dengan kurma yang Abah beli dulu." Kalau udah gini sampe rumah aku nagis. Kadang malah masih dijalan udah nangis. Biasanya aku suruh anak anakku makan kurma . Sambil aku ceritain sejarah kurma, makanan yang selalu bikin emaknya  baper. Ceritanya ya pake mbrebes mili juga lah Begini ceritanya. Dulu setiap bulan puasa Abah suka beli kurma. Katanya orang puasa tuh wajib makan kurma , gak ketang sebutir. Karena kanjeng nabi juga suka makan sahur dan berbuka pake kurma.  Jujur aja aku gak suka karena rasanya gak enak. Jadi  kalau sudah begini aku terpaksa ambil satu, aku gigit perlahan, tapi...

One Day One Post

ODOP,  onedayonepost sebuah istilah yang sudah sering saya dengar dan lihat berseliweran di dunia maya. Secara beberapa teman ada yang menjadi anggota ODOP. Tapi entah mengapa saya belum tertarik untuk ikutan. Apakah ini disebabkan saya yang sok sibuk hingga takut tidak bisa membagi waktu atau ada belum kena aja di hati? Ah entah. Sebenernya pas batch 6 saya sudah niat banget untuk ikutan. Sayang terlambat. Dan karena dorongan dari seorang temen, saya daftar ODOP batch 7. Nyaris terlewat karena salah persepsi mengenai tulisan yang harus dikirim. Dah Alhamdulillah dimenit terakhir bisa juga lolos. Seneng sekali bisa ikutan. Kalau ditanya apa sih alasannya niat banget ikutan ODOP? Jawabannya adalah karena saya memang menginginkannya. Bagi saya ini semacam tantangan untuk melatih konsistensi dalam melakukan sesuatu. Dalam hal ini menulis. Saya memposisikan diri saya sebagai seorang pembelajar yang siap mengosongkan gelas. Membaur bersama anggota komunitas yang bera...

Tanpamu

Image
Tanpa kopi itu seperti tanpamu Ngelangut meniti malam Berteman senandung pilu Yang terasa merejam Bandarlampung 27/06/2019