Posts

Untuk kita

ini kali tak ada yang kunanti karena hati sudah mati sebab rasa tanpa arti pun sulit dimengerti dulu kita hanya berbincang tak pasti tenta asa yang yang tak jua jadi merekam jejak  mengukir cerita pada sebilah masa yang tak abadi lalu kemana langkah ku bawa jika kita tak jua sama dalam rasa   dan juga rencana kita layaknya dua kelana yang menanya tanpa jawab yang merana tanpa suara lalu senyap lilohusaini 19/092019 \#odopbatch7 #odopday9 #bayarhutang

REWANG

Rewang itu identik dengan hajatan, masak masak dan kerja bareng. BIasanya pas ada hajatan, baik pernikahan, sunatan, tasyakuran, arisan dan lain lain. Dimana tuan rumah memerlukan tenaga tambahan untuk bantu batu mengerjakan pekerjaan untuk persiapan dan lancarnya acara, Di daerah pedesaan tradisi rewang masih sering dilakukan. sedangkan di perkotaan sudah sangat jarang, karena sudah ada katering atau EO. Selain identik dengan hajatan, masak masak dan kerja bareng, rewang juga identik dengan ibu ibu. Karena pekerjaan yang paling sering dilakukan saat rewang adalah di bagian dapur, Walaupun ada juga sih pekerjaan yang dikerjakan bapak bapak dan muda mudi. Bagi ibu ibu yang tidak bekerja rewang mungkin tidak terlalu menggangu aktifitas mereka, Tapi tidak demikian dengan ibu ibu pekerja. Karena rewang terutama di daerah pedesaan bisa menyita banyak waktu. Rewang bisa dimulai beberapa hari sebelum hari H dan minimal 2 hari setelahnya. Bayangkan. Mau tidak rewang, ya tidak mungkinlah....

Menulis vs Membaca Bagiku

Aku suka sekali membaca. Dimulai saat masih kelas 2 SD. Waktu itu aku masuk jam 10. Jadi ada waktu lumayan lama untuk ke berkunjung dan membaca di  perpustakaan daerah yang letaknya tidak jauh dari rumah. Hampir setiap hari aku ke perpustakaan. Koleksi bukunya banyak dan aku melahapnya dengan penuh antusias . Hobby membaca terus berlanjut sampai SMP, SMA, kuliah ,kerja bahkan sampai aku berkeluarga. Dari mulai baca/pinjem di perpustakaan, pinjem tetangga, teman, saudara, beli bekas, sampai aku bisa beli sendiri dan punya koleksi buku, hobiku tetep membaca. Rasa ingin tahu akan sesuatu  terpenuhi lewat buku.  Bisa dikatakan pola pikir dan kepribadianku banyak dipengaruhi dari buku yang kubaca. Sekarang disela sela waktu luang aku masih menyempatkan untuk membaca. Dari berbagai macam buku yang kubaca aku lebih suka membaca buku dengan genre fiksi. Karena imajinasi ku seakan bebas terbang mengikuti alur cerita. Sempat terpikir untuk menulis seperti para penulis novel ...

Asep dan biri biri

Asep dan biri-biri Fani paling suka pelajaran bahasa Inggris. Setiap hari Rabu sepulang sekolah dia bercerita tentang pelajaran bahasa Inggris. Macam macam ceritanya, kadang tentang gurunya, kadang tentang bintang yang dia dapat, atau tentang kosakata baru. Tapi sudah dua Rabu Fani tidak bercerita. Emak agak heran tapi tidak bertanya. Maklum lah emak juga sibuk akhir akhir ini. Tugas tugas kantor dan rumah tangga cukup menyita waktunya. Rabu ketiga emak menemani Fani mengerjakan pr. Fani nampak tidak bersemangat "Dek, gimana belajar bahasa Inggris nya?" Tanya emak "Aku gak mau belajar bahasa Inggris lagi" jelasnya sambil membereskan bukunya "Loh. Kenapa?" Tanya emak lagi. "Aku dihukum sama Bu guru".sahutnya, "Aku berantem sama Asep" Fani memang suka usil, dan ini bukan kali pertama dia cerita kalau dihukum oleh gurunya. Tapi tidak sampai males belajar . Pasti ada sesuatu batin emak. Sambil menemani Fani sikat gigi emak me...

Anakku

2018.. Ada apa dengan 2018mu? Tanya seorang  teman. Rasa takut kehilangan yang membuatku sujud dihadapkan Allah SWT,  seraya memasrahkan segalanya hanya pad a-Nya. Siap dengan segala kemungkinan bahkan yang terburuk sekalipun. Jum'at,  27April, bis Rombongan Study  Tour memasuki kotaku. Wajah wajah lelah setelah perjalanan wisata berhamburan. Masing masing meninggalkan bis menuju para penjemput. Setelah memastikan semua anak sudah dijemput aku menelpon suamiku untuk dijemput. Aku ingin segera sampai di rumah. Ya Allah, berapa remuk redam hatiku melihat buah hatiku kurus, dan matanya cekung. Meringis menahan sakit. Ku putuskan untuk membawanya ke rumah sakit. Paling tidak dia bisa mendapatkan infus. Tetapi betapa terkejutnya aku karena ternyata dokter memvonis dia terkena usus buntu dan harus dioperasi. Ya Tuhan kuatkan hatiku. Ada rasa bersalah karena aku meninggalkannya dalam keadaan sakit. Kupikir hanya panas biasa. Tapi aku sungguh tak menyangka kalau s...
Marni sedang membereskan meja makan ketika Gandi masuk lewat pintu dapur. Selalu seperti itu. Kebiasaan yang kadang bikin jantungnya berdetak lebih cepat. "Aku temani cuci piring ya " katanya sembari mendekat ke tempat pencucian piring. Mirna mengangguk dan memberinya senyuman termanis. Gandi memang baik, bahkan sangat baik. Selain menemani di dapur, dia yang juga menani Mirna ngobrol saat menyetrika, menyiram bunga dan juga menghiburnya saat dia habis di marahi Eyang Uti. Kehadiran Gandi di rumah besar ini membuat Marni lebih semangat. Walau dia berusaha menyembunyikan rasa bahagianya. Dia tak mau Gandi tau kalau dia mulai suka dengan Gandi. Soalnya dia baru kenal Gandi selama 3 bulan. Sejak dia mulai bekerja di rumah besar milik anak majikan kakaknya. Tadinya dia tidak betah  karena rumah besar ini selalu sepi. Tuannya selalu pulang malam. Entah apa kerja mereka. Tapi mereka baik padanya. Dan mereka puas dengan kerjanya. Dia harus berterima kasih pada Gandi. Karena d...

Notifikasi

Pukul 23.05, notifikasi WAG kumatikan,  baca wa bos. Duh undangan  rapat. Besok? Jam 07.30. Besok kan tanggal merah. Ni orang punya kalender apa enggak sih? Lagian jalan ke kantor pasti macet . Mana mungkin bisa sampai jam segitu. Masa iya mo berangkat abis subuh?                                                             Apalah bos ini, lagi libur kok nyuruh rapat. Malas bener aku rasanya. Lagian rapat juga paling cuma dengerin dia cuap cuap memaparkan program program dia yang selalu berubah-ubah dalam hitungan detik. Apa ga akut didemo dia? Coba deh tunggu aja pagi besok pagi pasti akan ada pemberitahuan lagi bahwa rapat diundur Sumpah, aku kok lama lama jadi geregetan dengan si bos baru ini. Bayangin. Belum genap satu semester dia memimpin, entah sudah berapa kali dia bilang , "bos tak pernah salah' setiap kali dia d...

Dia

Sungguh, Aku tak kan pernah Mengabaikan sesuatu yang lalu. Demi sesuatu yang baru. Tapi, tidak untuk malam lalu. Saat dia berkisah Tentang Pulang Lalu Aku Melumat aksara Demi aksara Tanpa tersisa. Sebagai penaut rasa Tentang suatu masa Dulu Saat tanyanya membuatku tecekat. Atau Kelak Saat aku serupa dia yang menanti. Lelakiku yang pergi. Untuk kembali. Pulang Tapi Aku tak punya Kenangan Seperti dia Aku cuma penikmat aksara Yang mencari makna. Dalam bisu Siapakah aku? Yang dinanti Atau yang menanti #odopbatch7 #odopday5

Khong Guan, Rasa yang Tersimpan dalam Memori

Sore ini tak ada kopi. Hanya biskuit penuh memori Yang bikin baper Ada secangkir teh wangi Menemani sepi Mengurai baper Metro 11092019 Tahukan biskuit Khong Guan? Suwer deh tiap kali buka kaleng 'Khong Guan' perasaan ini seperti diaduk aduk oleh kenangan yang tak kan pernah terlupakan.  Kok bisa?  Ada beberapa alasan untuk itu. Pertama, karena ini adalah biskuit yang paling kami tunggu kehadirannya dulu. Bayangkan dia hanya hadir di rumah kami satu tahun sekali,  setiap hari Raya Idul Fitri. Bukan abah atau emak yang beli tapi dikasih sahabat  alm. abah,  Mimoy. Beliau  selalu memberi bingkisan setiap menjelang  lebaran. Aku ga tau berapa harganya dulu,  pastinya mahal lah. Buktinya emak ga bisa beli. Maklum kami bukanlah keluarga berada. Jadi Khong Guan adalah makanan mewah bagi kami . Kedua,  adalah moment saat membuka kaleng - yaitu setelah pulang sholat Ied- kami pasti pengen dulu duluan dekat emak saat m...
Odop day 3 Sekotak Susu untuk Dila Kelas XI IPA 3 masih sepi, hanya ada Upik yang sedang piket. Dia selalu datang pagi setiap Kamis. Dila melangkah menuju mejanya di belakang. Meletakkan tasnya di laci meja .Lalu  mengeluarkan kotak bekalnya. Dan mulai sarapan.  Sesekali kepalanya menoleh ke arah pintu. Tapi dia tidak menemukan wajah Dion. Sampai bel berbunyi Dion tidak muncul. ... "Dul" Dion melangkah mendekat.  "Minum nih" seraya mengulurkan kotak susu strawberry. " Biar cepet gede" lanjutnya. Lalu dia akan pergi meninggalkannya. Dila segera melanjutkan sarapannya. Dan menyeruput susu strawbery kesukaannya. ... Dion, kakak kelas yang dikenalnya saat masa orientasi sekolah adalah sosok misterius. Dia selalu muncul tanpa diduga. Perkenalannya dengan Dion terjadi tanpa sengaja. Saat itu Dila pingsan karena tidak sempat sarapan dan kotak bekalnya tertinggal. Maklum calon siswa baru harus datang pagi sekali.  Entah siapa yang menelpon ,...