Posts

Botok

Image
Kemarin siang  aku mampir ke rumah ibu. Hal yang biasa aku lakukan sih sebenarnya. Tapi kali ini lain karena waktunya bertepatan dengan jam makan siang. Dan karena terburu buru aku belum sempat makan bekal di kantor Begitu sampai langsung ditawari makan siang pake botok udang sama ibu. Mana berani aku nolak tawaran ibu. Tau botok kan? Botok   adalah makanan khas Jawa yang kata ibuku dulunya  terbuat dari ampas/bungkil kelapa yang sudah diambil sarinya (santan). Sebenarnya sih ini semacam re- use gitu kali ya? Soalnya kan sayang tuh ampas kelapa. Sayang kalau dibuang setelah diambil santannya. Tapi sekarang banyak terjadi perubahan dalam hal botok. Seorti misalnya pakai tahu yg dihaluskan Bumbu bumbu yang dipakai untuk membuat botok adalah bumbu yg sudah pasti ada di dapur seperti bawang merah, bawang putih, kencur, cabe rawit, gula pasir, garam, penyedap, kemiri(jika suka) Kadang orang suka menambahkan teri, udang, atau petai Cina. Bahkan kelapa parut bisa dig...

Bye Bye Kecoa and Friends

Siapa sih yang nggak kesal jika ada kecoa atau serangga lain dirumah kita? Sebenarnya kecoa dan kawan kawanya itu bisa berada di sekitar kita atau di rumah kita karena kesalahan kita juga lo. Bagaimana tidak? Kalau kita kurang menjaga kebersihan rumah, pastilah akan banyak  membuka peluang bagi kecoa dan serangga yang lain beranak pinak di rumah kita. Tapi jangan khawatir, ada banyak hal bisa kita lakukan untuk mengantisipasi atau mencegah kehadiran serangga di rumah kita. Serangga tuh seneng bisa masuk dengan bebas ke rumah kita kalau ada ada aksesnya. Bisanya sih beliau eh serangga masuk melalui lubang lubang yang ada di rumah, seperti lubang yang ada di dinding rumah, di langit-langit rumah. Kalau kita temukan baiknya kita tutup dengan semen atau dempul. Lubang yang rawan di masuki serangga yang lain adalah ventilasi. Untuk memblokir masuknya nyamuk, kecoa, laron atau temen-temannya sebaiknya ventilasi dipasangi kelambu.  Ada berbagai jenis kelambu yang bisa dipasang, ...

Miswanto, S.Pd. M.Pd. dan Dra. Eni Susiati, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Peringkat 1 Guru Berprestasi dan Peringkat 3 Pustakawan Berprestasi Tingkat Propinsi Lampung

Metro MAN 1 (inmas)_ Dua orang guru madarasah Aliyah Neger 1 Metro mendaptkan Penghargaan dalam Ajang Anugrah Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Propinsi Lampung Tahun 2019. Dua orang guru tersebut adalah Miswanto, S.Pd. M.Pd.  memperoleh penghargaan Guru Berprestasi Peringkat pertama. Miswanto adalah guru mata pelajaran Ekonomi.terhitung sejak Januari 2009. Ketelatenan pria kelahiran 1983 ini telah mengahantarkan siswa binaannya menjuarai ajang Kompetisi Sains Madrasah baik tingkat Kota, Propinsi dan bahkan Nasional. Sedangkan  Dra. Eni Susiati, M.Pd. memperoleh penghargaan sebagai Pustakawan Berprestasi peringkat ke tiga. Ibu Eni Kepala Perpustakaan MAN 1 Metro. Dibawah kepemimpinan beliau Perpustakaan MAN 1 Metro mengalami peningkatan Layanan yang signifikan. salah satu program belaiu adalah "Satu Buku Seribu Satu Cinta" Selain memperoleh penghargaan dari kanwil Kemenag Lampung kedua guru tersebut akan memperolah penghargaan dari Madrasah dan akan dise...

?

"Lu bolos lagi ?"tanya Fika "Bosen gua di kelas" jawab Bagas "Panas" lanjutnya "Alasan" balas Fika "Nah lu kira ngapa gue nongki di kantin" jelas Bagas "Ulangan Biologi Lo" Fika bangkit "Ntar ikut susulan aja, gue kan biasa remidi" "Sampai kapan lu mau kek gini?" "Auk ah gelap" cibirnya "Lu cerewet amat cuk! Mak gue aja gak perduli gue bolos apa kagak" protesnya "Serah lu aja deh. Gue juga dah bosen ngingetin lu"Fika melangkah menuju pintu kantin "Yuk ah cabut, gue ada rapat OSIS di sekret" jelasnya lagi "Ala lu bodoh banget sih" ejek Bagas "Itu kan kata elu" balas Fika "Dasar budak sekolah lu" ungkap Bagas "Bodo ah" Fika melangkah cepat meninggalkan Bagas yang masih asik dengan mangkuk baksonya. Selalu saja obrolan dengan Bagas berakhir dengan berantem. "Persetan Bagas" gumamnya. Dia tak mau berdebat....

Melepasmu

Di jendela bis menuju Jogyakarta Ada semburat merah Dari balik pepohonan Hari sudah pagi Kepalamu rebah di bahuku Lelah tergambar di wajahmu Sepanjang malam kita bercakap Seakan ini saat terakhir  bersama Aku mencoba  tersenyum Walau hatiku nelangsa Sebentar lagi kita sampai Lalu aku akan meninggalkanmu Aku terdiam Ingin memelukmu sekali lagi Sebelum bayangmu menghilang Di balik dinding kokoh itu Aku pernah hampir kehilanganmu Lalu mengapa aku ragu Melepasmu Karena kau akan kembali Nanti Dengan membawa ilmu dan kedewasaan Senyuman itu menguatkan ku Walau kutahu ada riak riak yang kau coba tahan di kelam matamu. Kuatkan dia ya Rabb Hingga masanya tiba Bagi kami untuk bersua Biarlah nanti aku yang mendulang  rindu Dan menyimpannya dalam doa Lalu ku bisikkan lewat untaian tasbih disepertiga malam ku Bagi yang terkasih Kangen, Oktober, 12. 2019

Mendidik Anak Hiperaktif

Memiliki anak hiperaktif bukanlah keinginanku sebagai seorang ibu. Karena anak adalah amanah, bagaimanpun keadaannya. Tetapi jika anak kita adalah termasuk anak yang hiperaktif, tentunya kita tidak boleh berkecil hati. Syukuri. Mungkin Allah punya rencana lain yang lebih indah. Akan tetapi kadang kita tidak bisa menghindari pandangan orang sekitar kita yang memiliki anggapan kalau anak hiperaktif adalah anak nakal. Kita harus berbesar hati dan tetap fokus dalam mendidik anak kita. Bagaimanapun hiperaktifnya anak kita, tentunya dia tetaplah istimewa di mata kita dan akan menurut pada orang terdekatnya yaitu ibunya. Maka sebagi ibu kita bisa menerapkan aturan yang harus dipatuhi oleh anak kita agar dia bisa disiplin terhadap dirinya sendiri. Salah satu peraturannya yang aku terapkan pada anakku adalah dia harus selalu minta ijin padaku terhadap semua yang akan dia lakukan. Aku adalah role modelnya. aku selalu meminta izin padanya jika ada sesuatu yang ingin aku lakukan. seperti saat ...

Cerita Horor

Berjalan sendiri di lorong rumah sakit membuat bulu kudukku berdiri. Suasana hening. Lampu taman yang redup membuat pandangan ke arah taman semakin seram. Aku bergegas mempercepat langkahku  Tak ada orang di belakang atau di depanku. Suara sepatu ku menggema dan malah membuatku semakin takut. Kulirik jam tangan. Pukul 23: 32. Tiba tiba dari arah kanan melintas ... Aku terbangun dengan hape masih di dada. Ya Allah aku ketiduran rupanya. Tulisan di note hp belum selesai. Entah apa yang merasuki pikiranku tadi malam kok tiba tiba aku punya ide untuk menulis cerita horor, padahal aku adalah seorang yang sangat penakut. Sebenarnya semua karena tadi sore aku baru jenguk seorang teman yang sakit. Kebetulan saat itu ada perawat mendorong pasien menuju ruang operasi. Langsung deh ide ide berlomba lomba minta dieksekusi. Tapi karena aku harus balik ke sekolah lagi dan mengajar sampai jam 16.30. Aku lupa dengan ide tadi. Menjelang Maghrib aku baru tiba di rumah. Dengan badan letih da...

Tangan ibu Bau

"Ca, kok Bu Ade buru buru keluar kelas ya?" Tanya Fani dengan wajah bingung. "Iya," sahut Caca "Mungkin Bu Ade ada keperluan mendadak" Ika menjelaskan "Gak mungkinlah!" Sari menimpali. Gadis gadis kecil itu saling berpandangan. Dalam benak masing masing bertanya tanya. Ada apa dengan Bu Ade. Tidak biasanya Bu Ade keluar kelas dengan terburu buru. Biasanya Bu Ade akan berdiri di pintu setelah doa bersama. Lalu bersalaman dengan anak anak satu persatu sambil tersenyum. Tapi hari ini Bu Ade bertingkah aneh. Setelah mengucapkan salam beliau langsung keluar kelas. Menuju ke ruang guru. Gadis gadis kecil itu hanya bisa memandang punggung Bu Ade yang tergesa menuju ruang guru. "Yuk kita tanya Bu Ade"  usul Caca. "Ih, .. ada ada aja lo Caca ni" sergah Fani . Matanya masih memandang ke ruang guru. Tampak Bu Ade sedang berbincang dengan Bu Fitri . "Hei. Liat tuh !" lanjut Fani tangannya menunjuk ke arah Bu Ade dan ...

Ini Tentang Hujan dan Aku

Perjalanan panjang bersamamu Terasa begitu syahdu Karena cintaku untukmu tak terbatas waktu Dari masa lalu Hingga kekinianku Hadirmu Temaniku di setiap waktu Di bekunya pagi Kau buat aku  berjanji pada diri Di resahnya hari Kau buat aku menanti Sesuatu yang pasti Di kemilau senja Kau buat aku mendamba Dalam doa Di dinginnya malam Rinaimu tenggelamkanku Dalam buaian Berbincang denganmu Tumpah ruah segala rasaku Membuatku enggan beranjak Agar selalu dekat tanpa jarak Menari dalam rinaimu Habiskan jiwa kekanakanku Bermain bersamamu Temani jiwa keremajaanku Bersenda gurau dengan rintikmu Temani ku dalam penantian Meski kau tak pernah menjanjikan saat yang pasti untuk tiba Aku akan tetap menanti Saat saat kau hadir Terkadang tanpa tanda Lembut satu persatu Keras menghujam Sesaat mengejutkan Lama tanpa jeda Berselang, antara damba dan murka Berharap, antara benci dan cinta Hanya kuasaNya yang bisa mengendalikanmu Bukan ...

Cerita Kita

Dik Deretan bangku kosong itu Adalah tempatku menitipkan cerita Ketika perpisahan Tiba tiba menyeretku pada lorong panjang kesepian Juga kehilangan yang menyakitkan Saat pagi hanya menjanjikan kegelisahan akan tibanya waktu untuk sendiri menapaki resah Dari detik ke menit Menuju hari  yang panjang Hanya rindu yang tertinggal untuk kurangkai Entah apa yang bisa menggantikan keriangan antar kita dulu Pernah kucoba temukan makna dari semua kedekatan yang hilang Saat kita pernah menyusuri rasa Dan membaginya pada desah bayu  di siang yang kering Tanpa pernah menduga Akan ada badai yang datang menjelang senja Lalu memporak porandakan Benteng kokoh yang coba kita bangun Kini semua hanyalah bayang Juga jejak kenangan tentangmu Yang kutitipkan Di deretan bangku kosong itu 1007, siang tadi #odopbatch7